Cinta
Tanpa Syarat Joe
Disebuah gubuk reot tinggal seorang
Ibu dan seorang anak bernama Joe.
Joe, cowok sederhana, pendiam, tinggi, putih dan cool. Ibunya berprofesi
sebagai tukang jahit. Ayahnya telah meninggal, sejak Joe bersekolah di salah
satu SMA negeri di Jakarta. Joe mempunyai seorang sahabat kental bernama Alex.
Mereka bersahabat dari masa anak-anak hingga sekarang.
Waktu dengan cepat berlalu, Joe
bukan lagi anak SMA. Ia kini menjadi salah satu mahasiswa di salah satu
universitas negeri favorit di Jakarta. Joe memiliki seorang kekasih bernama
Chicka, cewek yang memilik kuasa dan merasa paling cantik seantero kampus.
Mereka sudah berpacaran 3 tahun, waktu yang cukup lama untuk menyatukan dua
hati dari dua species yang berbeda. Banyak kerikil-kerikil dalam hubungan
mereka. Tak jarang mereka ribut karena hal-hal sepele. Joe sangat mencintai dan
menyayangi Chicka, begitu pun sebaliknya.
Di sebuah taman di kampus Joe dan
Chicka biasa menghabiskan waktu istirahat mereka. Mereka duduk di rerumputan
taman. Joe menatap lekat sepasang mata kekasihnya sembari bilang“Love u
bie”. “Love u too honey”, ucap Chicka
membalas ucapan kekasihnya. “Kamu cantik bie”, puji Joe ke kekasih tercintanya.
“Ah kamu bisa aja honey, Aku kan cantik demi kamu”, ucap Chicka dengan nada
manja. Begitulah tingkah sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara.
Namun, keesokan harinya, situasi tak
sehangat kemarin. Joe berselisih paham
dengan Chicka. “Aku gasuka ya honey kamu ikut balapan-balapan liar gitu”, ujar
Chicka kepada Joe. “Bie.. kamu ga bisa egois gitu dong. Ini kan hobby aku”, ujar Joe dengan
nada yang agak tinggi. “Di kampus pagi itu, Joe terlibat pertengkaran hebat
dengan Chicka. “Satu lagi... aku ga suka kamu bergaul dengan cewe-cewe lain
selain aku dan anggota genkku”, ujar Chicka ketus. “Stop bie.. aku ga suka sama
sikap kamu yang over
protective ke aku. Aku mau kita
end”, ujar Joe pada Chicka. “Honey plissss jangan putusin aku, aku cinta banget
sama kamu”, ujar Chicka dengan mata menahan tangis.
Usai pertengakaran itu, Joe
melangkahkan kakinya ke perpustakaan dengan hati gundah. Saat di perjalanan,
tanpa disengaja ia bertubrukan dengan Dessy, cewe cupu, berambut pendek yang
dikuncir dua, yang ternyata adik kelasnya semasa SMA. Joe menjatuhkan semua
buku yang dibawa Dessy.
Hari berikutnya, Joe dan Dessy sudah
saling akrab. Dari kejauhan, mata-mata Chicka mengawasi mereka berdua yang
tengah duduk di tepi taman kampus yang indah sembari bersenda gurau. Mata-mata
Chicka yang tak lain adalah anak buah genknya segera melapor peristiwa itu ke
Chicka. Dengan rasa kesal, Chicka segera menghampiri kedua temannya. Mereka
bertiga pun melabrak Joe dan Dessy yang sedang asik ngobrol.
Chicka yang naik pitam langsung memaki,
menghina dan merendahkan Dessy. “Heh emangnya lo siapa berani-beraninya
dua-duaan sama cowo gw”, ujar Chicka pada dessy ketus. Sementara Joe, berusaha
membela Dessy. “Cowo?? Ga salah denger? Lo dan gw udah ga ada hubungan apa-apa
lagi, ngerti”, bentak Joe pada Chicka.
Semenjak kejadian itu, Dessy selalu
dibully oleh Chicka and
the genk. Dessy bukan tipe cewe
cengeng. Ia dengan sekuat tenaga selalu berusaha membela dirinya sendiri. .
Tapi apa daya, ia hanya seorang diri. Ia tak sanggup melawan tiga orang
sekaligus. Ia hanya pasrah menerima perlakuan mereka..
Saat balik dari kampus, Joe
mendapati Dessy sedang berjalan kaki, searah dengan jalan pulang menuju
rumahnya. Ternyata Dessy tinggal tak jauh dari rumah Joe. Alangkah lebih
kagetnya Joe saat dia mengetahui Dessy adalah tetangganya. Joe dan Dessy pun
sering pulang bersama. Chicka pun semakin menmbenci Dessy dan semakin membully
Dessy.
Hubungan Joe dan Dessy semakin
akrab. Mereka sering menghabiskan waktu di taman dekat komplek. Mereka juga
keluar bersama untuk makan malam.. “Des.. dinner diluar yuk”, ajak Joe
pada Chicka. “Cewe lo ga marah kalo kita dinner bareng?”, tanya Dessy
polos pada Joe. Lama kelamaan, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Joe telah jatuh cinta pada gadis cupu
itu. Begitu juga Dessy. Tapi, Bu Anik, ibunda Dessy, tidak setuju dengan
kedekatan Joe dan anaknya. Dessy telah dijodokan dengan seorang pemuda , anak
pengusaha batubara tersohor di Indonesia, lulusan luar negeri, bernama Ryan.
Dessy pun bersikeras menolak perjodohan itu. Ia memilih kabur dari rumahnya.
Semenjak kepergian Dessy, Joe
tertekan. Ia merasa bersalah. Melihat Joe yang patah semangat, Chicka berusaha
menggodanya untuk balikan. :Honey....balikan yuk”, ucap Chicka sembari
bersandar dibahu Joe. Joe tak bergeming. Ia tetap pada pendiriannya untuk
mencintai gadis cupu itu. “Love you dessy
duck”, batin Joe.
Saat Joe sedang mengikuti KKM di
kampung sebelah, ia tak sengaja bertemu lagi dengan dessy ducknya.
Tanpa sadar ia joget-joget sanking senangnya. Semua orang menertawakannya. Joe
pun segera sadar dan berhenti. Dessy ternyata tinggal bersama neneknya. Di
sinilah cinta mereka bersemi kembali. Joe berusaha membujuk Dessy untuk kembali
ke kampung tempatnya tinggal. “Aku mau kamu jangan pergi lagi dari hidupku”,
ucap Joe pada Dessy sembari berlutut. “Iya aku mau balik kesana asal bersama
kamu”, jawab Dessy mantap. Joe berhasil meluluhkan hati Dessy.
Sekembalinya Dessy ke rumahnya yang
dahulu ditinggalinya bersama ibunya, calon suami Dessy, Ryan, menyambutnya di
depan rumah. Alangkah terkejutnya Ryan ketika melihat calon istrinya
menggandeng Joe. Ryan tak terima dan memukul Joe. Joe diam dan memilih angkat
kaki dari rumah Dessy. Dessy syok melihat kejadian itu dan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Ryan
sendirian di depan rumah.
Setelah sekian lama tak berjumpa,
rasa rindu keduanya pun tak dapat dibendung lagi. Dessy kabur saat ibunya
sedang mencuci dan segera menemui Joe di tempat mereka biasa bertemu. Diwaktu
yang bersamaan, Alex, teman Joe juga ada disana. Joe tak percaya akan aksi nekat Dessy. Tapi,
aksi nekat Dessy diketahui oleh Ryan. Dengan emosi yang semakin berkecamuk
dalam dadanya, Ryan kembali melabrak Joe. Kali ini Joe tak tinggal diam. Ia
meyadari betapa besar cinta yang ditunjukkan Dessy padanya. Terjadilah
perkelahian. Chicka dan genknya yang berniat menemui Joe dirumahnya mendapati Joe dan Ryan sedang
terlibat perkelahian yang luar biasa. Dengan cara licik, Chicka coba
mempengaruhi Ryan. Beberapa menit kemudian, Bu Anik muncul, setelah mendengar
kabar dari para tetangga. Bu Anik sangat marah. Ia segera berlari menuju tkp. Ia menarik tangan
Dessy, Namun Dessy berusaha melepaskan
tangannya dari cengkraman tangan Bu Anik.
“Lepasin Bu..”, ujar Dessy pada Ibunya. Bu Anik semakin mempererat genggaman
tangannya di tangan kanan Dessy hingga Dessy pun merintih kesakitan.
Melihat Dessy seperti itu, Ryan
terdiam. Hati kecilnya merasa bersalah. Dan kemudian, ia mengikhlaskan Dessy
untuk hidup bersama Joe. Sementara Chicka, pergi dengan hasil nihil dan berusaha
turut ikhlas. Joe dan Dessy akhirnya hidup bahagia.