Saat Senja Merasuki Jiwa
Matahari
telah pergi. Cahayanya kini berganti bayangan awan yang putih gemilang.
Sementara semilir angin nan lembut terus mengayun menyapu pelan deraian rambut
hitamku yang panjang.
Iya,
senja yang indah, yang menyejukkan jiwa kini menghampiriku. Sejenak ku larut
dalam ingatan lalu yang sangat indah,
yang senantiasa mengisi hari-hariku.
Senja,
akankah kau segarkan kembali masa itu? Masa di mana aku, aku jatuh, jatuh yang
sangat menyakitkan. Bukan hanya di ragaku, tapi juga jiwaku.
Wajahmu
kental di ingatanku. Wajahmu selalu hadir dalam setiap sisi-sisi hatiku. Tapi,
kenapa kau pergi?
Tulisan
ini terpaksa harus di cut. Terlalu menyakitkan *hiks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar