Selasa, 21 Oktober 2014

Saat Senja Merasuki Jiwa

Saat Senja Merasuki Jiwa

Matahari telah pergi. Cahayanya kini berganti bayangan awan yang putih gemilang. Sementara semilir angin nan lembut terus mengayun menyapu pelan deraian rambut hitamku yang panjang.
Iya, senja yang indah, yang menyejukkan jiwa kini menghampiriku. Sejenak ku larut dalam  ingatan lalu yang sangat indah, yang senantiasa mengisi hari-hariku.
Senja, akankah kau segarkan kembali masa itu? Masa di mana aku, aku jatuh, jatuh yang sangat menyakitkan. Bukan hanya di ragaku, tapi juga jiwaku.

Wajahmu kental di ingatanku. Wajahmu selalu hadir dalam setiap sisi-sisi hatiku. Tapi, kenapa kau pergi?



Tulisan ini terpaksa harus di cut. Terlalu menyakitkan *hiks



Tidak ada komentar:

Posting Komentar