Senin, 13 Oktober 2014

Cinta Tanpa Syarat Joe



Cinta Tanpa Syarat Joe


            Disebuah gubuk reot tinggal seorang Ibu dan seorang anak bernama Joe.
Joe, cowok sederhana, pendiam, tinggi, putih dan
cool. Ibunya berprofesi sebagai tukang jahit. Ayahnya telah meninggal, sejak Joe bersekolah di salah satu SMA negeri di Jakarta. Joe mempunyai seorang sahabat kental bernama Alex. Mereka bersahabat dari masa anak-anak hingga sekarang.
            Waktu dengan cepat berlalu, Joe bukan lagi anak SMA. Ia kini menjadi salah satu mahasiswa di salah satu universitas negeri favorit di Jakarta. Joe memiliki seorang kekasih bernama Chicka, cewek yang memilik kuasa dan merasa paling cantik seantero kampus. Mereka sudah berpacaran 3 tahun, waktu yang cukup lama untuk menyatukan dua hati dari dua species yang berbeda. Banyak kerikil-kerikil dalam hubungan mereka. Tak jarang mereka ribut karena hal-hal sepele. Joe sangat mencintai dan menyayangi Chicka, begitu pun sebaliknya.
            Di sebuah taman di kampus Joe dan Chicka biasa menghabiskan waktu istirahat mereka. Mereka duduk di rerumputan taman. Joe menatap lekat sepasang mata kekasihnya sembari bilang“Love u bie”.  “Love u too honey”, ucap Chicka membalas ucapan kekasihnya. “Kamu cantik bie”, puji Joe ke kekasih tercintanya. “Ah kamu bisa aja honey, Aku kan cantik demi kamu”, ucap Chicka dengan nada manja. Begitulah tingkah sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara.
            Namun, keesokan harinya, situasi tak sehangat kemarin.  Joe berselisih paham dengan Chicka. “Aku gasuka ya honey kamu ikut balapan-balapan liar gitu”, ujar Chicka kepada Joe. “Bie.. kamu ga bisa egois gitu dong. Ini kan hobby aku”, ujar Joe dengan nada yang agak tinggi. “Di kampus pagi itu, Joe terlibat pertengkaran hebat dengan Chicka. “Satu lagi... aku ga suka kamu bergaul dengan cewe-cewe lain selain aku dan anggota genkku”, ujar Chicka ketus. “Stop bie.. aku ga suka sama sikap kamu yang over protective ke aku. Aku mau kita end”, ujar Joe pada Chicka. “Honey plissss jangan putusin aku, aku cinta banget sama kamu”, ujar Chicka dengan mata menahan tangis.
            Usai pertengakaran itu, Joe melangkahkan kakinya ke perpustakaan dengan hati gundah. Saat di perjalanan, tanpa disengaja ia bertubrukan dengan Dessy, cewe cupu, berambut pendek yang dikuncir dua, yang ternyata adik kelasnya semasa SMA. Joe menjatuhkan semua buku yang dibawa Dessy.
            Hari berikutnya, Joe dan Dessy sudah saling akrab. Dari kejauhan, mata-mata Chicka mengawasi mereka berdua yang tengah duduk di tepi taman kampus yang indah sembari bersenda gurau. Mata-mata Chicka yang tak lain adalah anak buah genknya segera melapor peristiwa itu ke Chicka. Dengan rasa kesal, Chicka segera menghampiri kedua temannya. Mereka bertiga pun melabrak Joe dan Dessy yang sedang asik ngobrol.
            Chicka yang naik pitam langsung memaki, menghina dan merendahkan Dessy. “Heh emangnya lo siapa berani-beraninya dua-duaan sama cowo gw”, ujar Chicka pada dessy ketus. Sementara Joe, berusaha membela Dessy. “Cowo?? Ga salah denger? Lo dan gw udah ga ada hubungan apa-apa lagi, ngerti”, bentak Joe pada Chicka.
            Semenjak kejadian itu, Dessy selalu dibully oleh Chicka and the genk. Dessy bukan tipe cewe cengeng. Ia dengan sekuat tenaga selalu berusaha membela dirinya sendiri. . Tapi apa daya, ia hanya seorang diri. Ia tak sanggup melawan tiga orang sekaligus. Ia hanya pasrah menerima perlakuan mereka..
            Saat balik dari kampus, Joe mendapati Dessy sedang berjalan kaki, searah dengan jalan pulang menuju rumahnya. Ternyata Dessy tinggal tak jauh dari rumah Joe. Alangkah lebih kagetnya Joe saat dia mengetahui Dessy adalah tetangganya. Joe dan Dessy pun sering pulang bersama. Chicka pun semakin menmbenci Dessy dan semakin membully Dessy.
            Hubungan Joe dan Dessy semakin akrab. Mereka sering menghabiskan waktu di taman dekat komplek. Mereka juga keluar bersama untuk makan malam.. “Des.. dinner diluar yuk”, ajak Joe pada Chicka. “Cewe lo ga marah kalo kita dinner bareng?”, tanya Dessy polos pada Joe. Lama kelamaan, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Joe telah jatuh cinta pada  gadis cupu itu. Begitu juga Dessy. Tapi, Bu Anik, ibunda Dessy, tidak setuju dengan kedekatan Joe dan anaknya. Dessy telah dijodokan dengan seorang pemuda , anak pengusaha batubara tersohor di Indonesia, lulusan luar negeri, bernama Ryan. Dessy pun bersikeras menolak perjodohan itu. Ia memilih kabur dari rumahnya.
            Semenjak kepergian Dessy, Joe tertekan. Ia merasa bersalah. Melihat Joe yang patah semangat, Chicka berusaha menggodanya untuk balikan. :Honey....balikan yuk”, ucap Chicka sembari bersandar dibahu Joe. Joe tak bergeming. Ia tetap pada pendiriannya untuk mencintai gadis cupu itu. “Love you dessy duck”, batin Joe.
            Saat Joe sedang mengikuti KKM di kampung sebelah, ia tak sengaja bertemu lagi dengan dessy ducknya. Tanpa sadar ia joget-joget sanking senangnya. Semua orang menertawakannya. Joe pun segera sadar dan berhenti. Dessy ternyata tinggal bersama neneknya. Di sinilah cinta mereka bersemi kembali. Joe berusaha membujuk Dessy untuk kembali ke kampung tempatnya tinggal. “Aku mau kamu jangan pergi lagi dari hidupku”, ucap Joe pada Dessy sembari berlutut. “Iya aku mau balik kesana asal bersama kamu”, jawab Dessy mantap. Joe berhasil meluluhkan hati Dessy.
            Sekembalinya Dessy ke rumahnya yang dahulu ditinggalinya bersama ibunya, calon suami Dessy, Ryan, menyambutnya di depan rumah. Alangkah terkejutnya Ryan ketika melihat calon istrinya menggandeng Joe. Ryan tak terima dan memukul Joe. Joe diam dan memilih angkat kaki dari rumah Dessy. Dessy syok melihat kejadian itu dan masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Ryan sendirian di depan rumah.
            Setelah sekian lama tak berjumpa, rasa rindu keduanya pun tak dapat dibendung lagi. Dessy kabur saat ibunya sedang mencuci dan segera menemui Joe di tempat mereka biasa bertemu. Diwaktu yang bersamaan, Alex, teman Joe juga ada disana.  Joe tak percaya akan aksi nekat Dessy. Tapi, aksi nekat Dessy diketahui oleh Ryan. Dengan emosi yang semakin berkecamuk dalam dadanya, Ryan kembali melabrak Joe. Kali ini Joe tak tinggal diam. Ia meyadari betapa besar cinta yang ditunjukkan Dessy padanya. Terjadilah perkelahian. Chicka dan genknya yang berniat menemui Joe dirumahnya mendapati Joe dan Ryan sedang terlibat perkelahian yang luar biasa. Dengan cara licik, Chicka coba mempengaruhi Ryan. Beberapa menit kemudian, Bu Anik muncul, setelah mendengar kabar dari para tetangga. Bu Anik sangat marah. Ia segera berlari menuju tkp. Ia menarik tangan Dessy, Namun  Dessy berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Bu Anik.  “Lepasin Bu..”, ujar Dessy pada Ibunya. Bu Anik semakin mempererat genggaman tangannya di tangan kanan Dessy hingga Dessy pun merintih kesakitan.
            Melihat Dessy seperti itu, Ryan terdiam. Hati kecilnya merasa bersalah. Dan kemudian, ia mengikhlaskan Dessy untuk hidup bersama Joe. Sementara Chicka, pergi dengan hasil nihil dan berusaha turut ikhlas. Joe dan Dessy akhirnya hidup bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar