Kado Natal untuk Ibu
Helly Anthony
Bulan Desember seperti biasa,
Keluarga Grace bersip menyambut Natal. Ayahnya, Ibunya, dan Yunita, adik
perempuan satu-satunya.
Grace (26 tahun) seorang mahasiswi
cantik di sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Dia memiliki seorang adik
perempuan bernama Yunita (18 tahun) yang masih duduk di bangku SMA. Grace
selalu dimanja oleh Ayahnya dan Ibunya. Yang paling memanjakannya adalah sang
Ayah. Hidup mereka bahagia.
Jelang skripsi, ayahnya meninggal karena
kecelakaan saat berangkat kerja. Hal itu sangat memukul kejiwaannya. Karena
tidak tahan dengan cobaan hidup yang dirasanya sangat berat, ia mulai
terjerumus dalam kehidupan dunia malam. Mabuk-mabukan, ngedrugs, dan tindakan
criminal lainnya.
Ibunya tidak sanggup dan terpukul dengan
perubahan sikap dan tingkah laku Grace. Ia menderita sakit jiwa dan dirawat di
rumah sakit jiwa.
Melihat kondisi Ibunya yang sakit jiwa,
Yunita, adiknya Grace, yang masih duduk di kelas tiga SMA, sangat berharap
untuk melihat Ibunya segera sembuh dan kembali normal seperti biasa. Dan ia
berusha menyadarkan sang kakak dengan harapan Grace akan kembali pada
kehidupannya yang dulu. Yang sangat menyayangi keluarganya. Segala upaya pun
dilakukannya. Termasuk menolongnya dari berbagai macam ancaman yang dihadapi
Grace. Tapi semua berkahir nihil. Grace tetap pada jalannya sendiri tanpa
memikirkan kondisi Ibunya yang sedang sakit jiwa karena ulahnya.
Hingga suatu ketika, ia dibui selama
lima tahun karena tindakan kriminalnya. Mengetahui Grace di bui, Yunita
berusaha mencari bantuan hukum untuk Grace. Di dalam penjara, Grace menyadari
semua kesalahannya dan bejanji untuk bertobat.
Seorang suster selalu mendatanginya, mengajarinya berdoa, menerima
keadaan dengan lapang dada. Tapi, hatinya masih ragu apakah sang Ibu yang masih
menderita gangguan kejiwaan akan mengenalnya? Apakah sang Ibu akan
memaafkannya?
Lagi-lagi sang adik menguatkannya.
Memastikan kalau Ibunya akan mau memaafkannya.
Selepas menjalani hukumannya, Grace
mengunjungi Ibunya. Awalnya Ibunya tidak mengenali dirinya. Tapi, dengan
bantuan Yunita, Ibunya bisa kembali mengingat Grace dan memaafkannya. Yunita
berhasil menyajikan kado Natal terindah buat Ibunya. Ibunya pun sembuh sehari
setelah pertemuan dengan Grace. Natal yang indah kini menghampiri mereka. Grace
menjadi kado Natal terindah bagi Ibunya dan juga adiknya Yunita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar